Senin, 30 Agustus 2021

PENUGASAN MITOSIS 2021

 

Nama                           : Earlene Devita Wibowo

NIM                            : 132111133060

Nama Kelompok         : Bretilium

Tema                           : Permasalahan kesehatan dunia selama empat tahun terakhir

 

 

Permasalahan Kesehatan Dunia

yang Luput Dibicarakan Oleh Masyarakat

 

 

Seluruh negara di dunia pasti mengalami permasalahan kesehatan. Namun, sebenarnya permasalahan kesehatan di seluruh dunia lah yang sangat penting dan menjadi topik pembahasan di seluruh dunia. Dalam jangka waktu tertentu, permasalahan kesehatan di dunia dapat berubah-ubah tanpa bisa diprediksi. Seperti saat ini, seluruh dunia sedang dilanda pandemi COVID-19, termasuk negara Indonesia. Hingga saat ini, beberapa negara masih belum pulih dari pandemi virus Corona. Meskipun banyak orang memprediksi kapan pandemi COVID-19 ini berakhir dan seluruh dunia pulih, namun nyatanya masih belum ada fakta yang benar.

Selama empat tahun terakhir, permasalahan kesehatan di dunia sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mungkin hal tersebut disebabkan dengan adanya penyebaran virus Corona yang secara tiba-tiba meluas ke seluruh dunia yang terjadi pada akhir Desember 2020. Permasalahan kesehatan di dunia seperti ini tidak dapat diprediksi secara pasti. Bisa saja beberapa tahun ke depan permasalahan kesehatan di dunia berubah secara drastis seiring berkembangnya waktu.

Salah satu permasalahan kesehatan terbesar di dunia yang terjadi akhir-akhir ini adalah pandemi COVID-19 yang melanda seluruh negeri di dunia. Pada akhir Desember 2020, terjadi wabah virus Corona yang berasal dari kota Wuhan, China. Virus tersebut menyebar secara cepat ke negara-negara lain di seluruh dunia hingga menjadi permasalahan kesehatan yang terbesar di dunia. WHO sendiri sedang berusaha untuk memulihkan permasalahan kesehatan dunia namun belum berakhir hingga saat ini.

Salah satu cara pemulihan yang utama dari permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Seluruh orang di dunia saat ini berbondong-bondong untuk melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi COVID-19 sendiri terdiri dari beberapa dosis sehingga setiap orang harus melakukan vaksinasi beberapa kali. Tujuan dari vaksinasi ini adalah untuk menciptakan herd immunity dalam tubuh seseorang. Namun, yang menjadi permasalahan adalah beberapa orang di dunia tidak mau melakukan vaksinasi. Hal tersebut memperlambat pemulihan seluruh dunia dari pandemi COVID-19 dan menyebaban permasalahan kesehatan baru.

 Selain permasalahan kesehata tentang COVID-19, sebenarnya banyak sekali permasalahan kesehatan lainnya yang kemungkinan luput dari perhatian banyak orang di seluruh dunia. Permasalahan lain yang luput dari perhatian orang misalnya, layanan kesehatan di wilayah konflik atau negara yang masih mengalami perang, kesehatan tentang para remaja di seluruh dunia, masalah resistensi antibiotik, permasalahan penyakit menular, dan lain-lain.

Beberapa wilayah atau negara di dunia masih terjadi konflik yang belum usai hingga saat ini. Tentu saja peran dunia kesehatan sangat penting di wilayah yang sedang mengalami konflik. Namun, hal tersebut merupakan salah satu permasalahan kesehatan di dunia, terutama saat ini di seluruh dunia sedang dilanda pandemi COVID-19. Saat ini, wilayah yang terjadi konflik sebagian besar kekurangan tenaga medis. Kemungkinan hal tersebut diakibatkan para relawan medis yang urung untuk menuju wilayah konflik, apalagi saat ini masih dalam pandemi. Pandemi ini juga bisa merumitkan kerja pasukan perdamaian PBB dan upaya proses medis di lapangan.

Permasalahan kesehatan lain yang cukup marak akhir-akhir ini adalah permasalahan kesehatan mental terutama yang terjadi kepada para remaja. Pandemi COVID-19 seperti yang terjadi saat ini sangatlah berdampak buruk bagi kesehatan mental anak dan remaja. Pembatasan aktivitas akibat COVID-19 menyebabkan penyesuaian perubahan secara tiba-tiba yang berisiko mengganggu kesehatan mental anak dan remaja. Salah satu solusi untuk mengurangi permasalahan kesehatan mental pada remaja adalah dengan mendampingin dan selalu support para remaja karena mereka merasa tertekan hanya berada di rumah sepanjang pandemi.

Salah satu permasalahan kesehatan yang sangat dibicarakan oleh masyarakat adalah resistensi terhadap antibiotik. Resistensi terhadap antibiotik sangat berbahaya dan sangat mencemaskan hingga banyak pakar yang menyebut dengan ‘akhir pengibatan modern’. Jika kecenderungan ini terus menerus terjadi tanpa melakukan intervensi, mungkin akan didapati bahwa tidak ada satu antibiotik pun yang tersisa untuk menangani semua tipe infeksi bakteri.

Sebagai tenaga medis, sebaiknya kita dapat menyelesaikan dan ikut berpartisipasi dalam melakukan solusi untuk permasalahan-permasalahan kesehatan di dunia. Meskipun permasalahan kesehatan tidak akan ada henti-hentinya, setidaknya memulai dari diri sendiri untuk mencegah permasalahan tersebut dan apabila mampu dapat berpartisipasi untuk menyelesaikan atau setidaknya mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Wahono. (2020). Pandemi COVID-19 dan Isu Kesehatan Global. terdapat dalam : https://s3pi.umy.ac.id/. [Diakses pada 29 Agustus 2021].

Elfriestha, Felicia. (2020). Ini 13 Tantangan Kesehatan Global. terdapat dalam : https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/info-sehat/. [Diakses pada 29 Agustus 2021].

Nadira, Fergi. (2020). Menlu Peringatkan Bahaya Pandemi Buat Negara Konflik. terdapat dalam : https://www.republika.co.id/berita/. [Diakses pada 29 Agustus 2021].

Oktari, Rosi. (2020). Perhatikan Kesehatan Mental Remaja Saat Pandemi COVID-19. terdapat dalam : https://indonesiabaik.id/infografis/. [Diakses pada 29 Agustus 2021].

bbc. (2017). Bagaimana Kita Menghentikan Resistensi Antibiotik. terdapat dalam : https://www.bbc.com/indonesia/. [Diakses pada 29 Agustus 2021].

 

PENUGASAN MITOSIS 2021

  Nama                           : Earlene Devita Wibowo NIM                            : 132111133060 Nama Kelompok         : Bretilium...